Rabu, 20 Mei 2015
Senin, 11 Mei 2015
(11/05/2015)
Ketilka rindu Itu berputik
Inginku hindarkan rasa yang kumiliki
Terbang jauh bersama segenggam sepi
Berdiam bukan berarti kumembenci Menghilang tak berarti menghindari
Dikolam asaku mengharu biru Membeku rindu yang kian mengebu
Berputikkah rindu engkau dan aku Karna debaran asamu mengguncang sukmaku
Ini telah mengundang resahku Dan mula bergelora pantai hatiku
Dinding rasa sayang seakan rapuh diterjang rindu Dalam diam ku sembunyikanrinduku padamu Terungkapkah nanti puisi rindu Rembulan jatuh dipangkuan ku
Mungkinkah khayalan menjadi nyata atau hanya semu Dalam rasa rindu ingin bersamamu belahan jiwa ku
Terbang jauh bersama segenggam sepi
Berdiam bukan berarti kumembenci Menghilang tak berarti menghindari
Dikolam asaku mengharu biru Membeku rindu yang kian mengebu
Berputikkah rindu engkau dan aku Karna debaran asamu mengguncang sukmaku
Ini telah mengundang resahku Dan mula bergelora pantai hatiku
Dinding rasa sayang seakan rapuh diterjang rindu Dalam diam ku sembunyikanrinduku padamu Terungkapkah nanti puisi rindu Rembulan jatuh dipangkuan ku
Mungkinkah khayalan menjadi nyata atau hanya semu Dalam rasa rindu ingin bersamamu belahan jiwa ku
(11/05/2015)
Aku yang selalu mangharapkan mu
Aku yang slalu rindu akan senyum mu
Aku yang tak kenal lelah selalu menunggu mu
Dan aku lah yang slalu akan menyayangi mu
Bila saja kau takan pernah ku miliki Aku takan berhenti berharap, sayang, kangen padamu
Dan Bila aku tetap menunggu jangan pernah kau membenci Karna akulah belahan jiwa yang selalu kau nanti
Saat malam datang dengan dingin menusuk hati Aku akan membawa kehangatan rasa sayang yang akan selalu ku beri Bila tangis,luka,duka menyapa jiwa Lihat lah aku selalu siap untuk hapuskan kesedihan mu
Bila saja kau takan pernah ku miliki Aku takan berhenti berharap, sayang, kangen padamu
Dan Bila aku tetap menunggu jangan pernah kau membenci Karna akulah belahan jiwa yang selalu kau nanti
Saat malam datang dengan dingin menusuk hati Aku akan membawa kehangatan rasa sayang yang akan selalu ku beri Bila tangis,luka,duka menyapa jiwa Lihat lah aku selalu siap untuk hapuskan kesedihan mu
Rabu, 06 Mei 2015
(06/05/2015)
Kan kuberikan bahuku
untukmu menangis
untukmu menyandarkan keresahanmu
Biar ku usap kesedihanmu dengan tangan lemahku dengan segenap kekuatan yang tersisa ditubuhku mencoba memahami hati membiarkanmu terlelap dalam dekapanku
Luapkan amarahmu.. Aku kan mengertimu Aku kan menunggu kediamanmu memberimu waktu tuk bisa mengerti bahwa, sesungguhnya aku sangat menyayangimu.. Tertawalah... Seandainya kau tau senyummu itu kebahagiaanku
Biar ku usap kesedihanmu dengan tangan lemahku dengan segenap kekuatan yang tersisa ditubuhku mencoba memahami hati membiarkanmu terlelap dalam dekapanku
Luapkan amarahmu.. Aku kan mengertimu Aku kan menunggu kediamanmu memberimu waktu tuk bisa mengerti bahwa, sesungguhnya aku sangat menyayangimu.. Tertawalah... Seandainya kau tau senyummu itu kebahagiaanku
(06/05/2015)
Bersemangatlah
Tak perlu kau resah
Kau ada disetiap sudutku Tanpa bayangan disetiap gerakanku Usah dicari bayangan itu Sentiasa ada kapan dan waktu
Begitulah dengan belahan jiwaku Walau jauh terasa dekat disisiku
Tenanglah.... Berdoa pada yang Kuasa Agar hubungan selembut sutera Mengalir tenang apa adanya Indah bagai dunia aksara Bersyukurlah...pada Illahi Hanya karna kaulah belahan jiwa yang ku miliki Terukir indah direlung hati Hingga kini dan akhir nanti
Kau ada disetiap sudutku Tanpa bayangan disetiap gerakanku Usah dicari bayangan itu Sentiasa ada kapan dan waktu
Begitulah dengan belahan jiwaku Walau jauh terasa dekat disisiku
Tenanglah.... Berdoa pada yang Kuasa Agar hubungan selembut sutera Mengalir tenang apa adanya Indah bagai dunia aksara Bersyukurlah...pada Illahi Hanya karna kaulah belahan jiwa yang ku miliki Terukir indah direlung hati Hingga kini dan akhir nanti
(06/05/2015)
Tetaplah di pelukku..
Dalam panas
Dalam hujan
Dan dingin malam yang menyakitimu
Tersenyumlah untukku
Dalam perihmu
Dalam tangismu
Sandarkan keresahanmu di bahuku
Akan ku peluk..
hingga berhenti air matamu
Akan ku dekap hingga terlelap dalam ketenangan batinmu Aku akan diam Aku akan mengerti Bahwa.. Ada saatnya kau rapuh Ada saatnya kau lelah Menghadapi duniamu
Dengarkan aku... Aku akan ada Berusaha jadi sahabat jadi teman jadi kekasihmu dan juga belahan jiwa mu Tidurlah... Damaikan hatimu Karna kamu belahan jiwa ku
Akan ku dekap hingga terlelap dalam ketenangan batinmu Aku akan diam Aku akan mengerti Bahwa.. Ada saatnya kau rapuh Ada saatnya kau lelah Menghadapi duniamu
Dengarkan aku... Aku akan ada Berusaha jadi sahabat jadi teman jadi kekasihmu dan juga belahan jiwa mu Tidurlah... Damaikan hatimu Karna kamu belahan jiwa ku
Langganan:
Postingan (Atom)