Ketilka rindu Itu berputik
Inginku hindarkan rasa yang kumiliki
Terbang jauh bersama segenggam sepi
Berdiam bukan berarti kumembenci
Menghilang tak berarti menghindari
Dikolam asaku mengharu biru
Membeku rindu yang kian mengebu
Berputikkah rindu engkau dan aku
Karna debaran asamu mengguncang sukmaku
Ini telah mengundang resahku
Dan mula bergelora pantai hatiku
Dinding rasa sayang seakan rapuh diterjang rindu
Dalam diam ku sembunyikanrinduku padamu
Terungkapkah nanti puisi rindu
Rembulan jatuh dipangkuan ku
Mungkinkah khayalan menjadi nyata atau hanya semu
Dalam rasa rindu ingin bersamamu belahan jiwa ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar