Laman

Senin, 11 Mei 2015

(11/05/2015)

Ketilka rindu Itu berputik Inginku hindarkan rasa yang kumiliki
Terbang jauh bersama segenggam sepi

Berdiam bukan berarti kumembenci Menghilang tak berarti menghindari
Dikolam asaku mengharu biru Membeku rindu yang kian mengebu
Berputikkah rindu engkau dan aku Karna debaran asamu mengguncang sukmaku
Ini telah mengundang resahku Dan mula bergelora pantai hatiku
Dinding rasa sayang seakan rapuh diterjang rindu Dalam diam ku sembunyikanrinduku padamu Terungkapkah nanti puisi rindu Rembulan jatuh dipangkuan ku
Mungkinkah khayalan menjadi nyata atau hanya semu Dalam rasa rindu ingin bersamamu belahan jiwa ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar