Saat kaki mulai berpijak
Mungkinkah mulai beranjak
Melupakan semua cerita tanpa jejak
Semua berawal dari kata
Menulis cerita penuh bahagia
Walau Terkadang juga terlukis air mata
Aku bahagia
Aku ceria
karena
Aku sekarang memiliki asa
Aku memiliki belahan jiwa
Rabu, 18 Maret 2015
Senin, 16 Maret 2015
(16/03/2015)
Lambungkan angan dalam bayangmu
susuri setiap sudut ruang mimpimu
Menggenggam erat hati yang selalu merindu
Memeluk mesra
waktu yang terus berlalu
waktu yang terus berlalu
Aku yang berdiri di sini…. Di antara ruang nyata dan hayalan semumu
Mengubur dalam sang ragu
berharap melangkah
pada titik penantian
yang menunggu
Aku yang selalu ada untukmu
Menjadi teman dalam kelam kelabu hidupmu
Tertambat ucap dalam alun doaku
Terucap lirih dalam sujud di setiap malam-malamku
Tidak sedikit pun lelah kurasakan
Tidak sedikit pun lelah kurasakan
Atau masihkah ada yang harus ku lakukan untuk mu
Mencari jawab akan rasa puas ku untuk ada buat mu Semua sedih dan lelah sirna karna rasa sayang
Mencari jawab akan rasa puas ku untuk ada buat mu Semua sedih dan lelah sirna karna rasa sayang
yang engkau ramu
Terus ku ikuti nafsumu
Terus ku Berlari dan melaju dengan kehausan rasa sayang ku ke padamu
Sampai saat engkau tahu
Aku Sayang Kamu Banget Bangetan
(16/03/2015)
Jalan memori indah ini ku ciptakan bersama mu
Menghadirkan rasa sayang dan rindu
Butir demi butir cerita tentang sebuah rasa
Torehan penuh warna tentang sebuah cinta Rasa sayang
Bukan kisah sandiwara
Bukan untai puisi seperti yang terbaca
Bukanlah bait demi bait pantun
Bergayung sambut nan indah
Rasa sayang itu tak akan redup saat nafas ini tak sirna
Meski di lalui jalan dan kenangan yang tak jauh beda
Tak akan lagi sempurna
Sesempurna saat rasa sayang tak terbuang sia sia
Dan sang pemuja merasakan dengan sempurna
Aku Sayang Kamu
Menghadirkan rasa sayang dan rindu
Butir demi butir cerita tentang sebuah rasa
Torehan penuh warna tentang sebuah cinta Rasa sayang
Bukan kisah sandiwara
Bukan untai puisi seperti yang terbaca
Bukanlah bait demi bait pantun
Bergayung sambut nan indah
Rasa sayang itu tak akan redup saat nafas ini tak sirna
Meski di lalui jalan dan kenangan yang tak jauh beda
Tak akan lagi sempurna
Sesempurna saat rasa sayang tak terbuang sia sia
Dan sang pemuja merasakan dengan sempurna
Aku Sayang Kamu
( 16/03/2015)
Mendung menggelinjang dalam selimut.
Di baliknya rindu pada matahari berdenyut.
Menghitung detik menuju carut marut dunia yang menghanyut.
Berdialog dengan aksara di balik sebuah rindu mengeja cerita
dalam senyum nan ayu terjaga
akan sebuah rayu melayangkan pandang ke balik kabut.
Sesak menyaksikan pekat lembut.
Geliat akan dirimu gairah tersulut.
Karna rasa sayang dan perhatian menjadi sebuah rasa takut.
Langganan:
Postingan (Atom)