Sebatik, Kaltara
Semangat pagiii...
Semangat pagiii...
Lama tidak menulis cerita harian, mulai muncul lagi keinginan untuk menulis kali ini.
Setelah banyak cerita yang terlewatkan sebenarnya beberapa bulan belakangan ini.
Mulai perjalanan ke Kalimantan Utara, Riau, Palembang serta kemarin terakhir Kepulauan Riau.
Banyak cerita pastinya, tapi karena sudah terlalu lama semua itu berlalu (sebenarnya alasan aja karena males untuk mengetik, hehehe alibi) jadi bingung juga mau mulai cerita darimana ya..
Setelah beberapa waktu tidak melakukan perjalanan dinas keluar kota, akhirnya dengan berat hati meninggalkan my lovely boy untuk waktu beberapa hari (padahal cuma 5hari).
Segala macam cara dilakukan, bentuk negoisasi semua dilancarkan untuk mendapatkan izin meninggalkan dirinya untuk sementara waktu.
Akhirnya, jreng jreng jreng...
"Bunda boleh pergi tapi aq nggak sekolah ya..."
duh pilihan yang cukup bikin bengong, walau akhirnya bunda harus mengalah, karena untungnya lagi saat itu baru selesai UTS.
10102016
Akhirnya dengan mengantongi izin jagoan kecilku, selama 5 hari, melengganglah aq ke belahan indonesia bagian tengah, pulau terluar Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Pulau Sebatik.
Karena tidak dapat penerbangan jakarta - tarakan, akhirnya terbang dari Jakarta menuju Balikpapan, kemudian dilanjutkan dengan tujuan Tarakan. Menggunakan sedikit waktu yang dipunya untuk sekedar keliling2 Tarakan, karena penerbangan berikutnya ke Nunukan baru ada sore hari.
Dengan menumpangi Wings Air, terbanglah kita menuju Nunukan, Kalimantan Utara. Kotanya tidak besar, tapi karena ada lokasi yang harus kita tuju di Nunukan, bermalamlah kita di Nunukan.
Hari kedua kita lanjutkan perjalanan ke Pulau Sebatik. Dengan menggunakan transportasi laut yang katanya sih namanya kapal pongpong, kapal speedboat yang tidak terlalu kecil tetapi juga tidak terlalu besar, membelah lautan menuju pulau sebatik. Dengan sedikit aga cemas karena saat itu ombak sedang lumayan tinggi ya, berdoa aja deh.
Alhamdulillah sampai pulau sebatik dengan selamat. perjalanan dari pelabuhan masih membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam menuju penginapan, setelah cari2 penginapan akhirnya kita memutuskan untuk menginap di hotel Queen, walau sebelumnya sebenarnya lebih tertarik dengan hotel MA, tapi dengan pertimbangan kamar yang lumayan luas (atau tepatnya cari yang lebih hemat...). Oya untuk makanan, sepertinya didominasi oleh makanan makassar ya. Dibuktikan dengan banyaknya warung coto makassar disepanjang jalan yang kita jumpai.
Dua hari di pulau sebatik, membuat aq punya pemikiran sendiri tentang pulau2 yang ada di Indonesia, selain Jakarta yang memang sejak lahir dan besar disitu.
Belum lagi saat berkeliling dari 1 desa ke desa lainnya, bahwa walaupun namanya desa, mereka ternyata sudah maju semua, tidak seperti dugaan aq tentang image "Desa."
Penggunaan Teknologi yang benar2 amat dibutuhkan, pemanfaatan dan penggunaan akan kebutuhan Internet ternyata sudah banyak dirasakan oleh pulau2 terluar Indonesia.
Oya, ketika di Pulau sebatik, sempat penasaran dengan sebuah rumah yang sering jadi perbincangan distu. Tepatnya di desa Aji Kuning, Daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Sebuah rumah yang ruang tamunya berada di wilayah Indonesia, tetapi dapurnya masuk Wilayah Malaysia.
Hmmm, gimana status kewarganegaraannya y?
Ternyata dia tetap warga negara Indonesia.
Di Sebatik, barang yang beredar banyak yang asalnya dari malaysia, maka tak heran juga, beberapa toko menerima pembayaran dengan ringgit.
Didepan hotel queen, terdapat berjejer ruko, salah satunya adalah tempat penjualan oleh2, snack sih kebanyakan, seperti biscuit apollo, permen, susu, dan produknya asli dari malaysia, sehingga harga yang tertera adalah dalam ringgit. aga repot juga sih, jadi kl mau tau harganya y ditanya dlu kekasir, atau hitung dlu deh pakai kalkulator, hehehe...
Setelah berbelanja oleh2, keesokan harinya coba iseng ke minimarket, supermarket atau apa y namanya, krn itu adalah toko terbesar di sebatik, lokasinya masih dekat hotel, tepatnya diseberang ruko yang semalem aq beli untuk oleh2 itu.
Nggak ada niat membandingkan sebenarnya, tp lumayan aga kaget setelah melintas di bagian snack atau oleh2 yang semalem aq beli di ruko depan hotel. Terdapat perbedaan yang lumayan banyak sih menurut aq, secara insting emak2 itu pasti cari yang lebih murah ya...
Perbedaan harganya antara 8000-9000 rupiah lho perbarang, lebih murah di ruko depan hotel yang semalem aq beli. wew fantastik kan, untung aq dah beli semalem ya (hehehe teteap emak2 mah nggak pernah mau rugi...)
Buat aq sih cukup mengherankan, di toko indonesia harga barang lebih mahal dibanding toko Malaysia, dan perbedaan harga yang terlalu jauh, membuat aq sedikit merasa bertanya2, kenapa bisa gitu ya? (padahal mah dalam hati tetap senang karena dapat harga yang termurah...)
Sampai di Balikpapan nih, paling cantik diantara lelaki pastinya...
Next destination, Juwata Airport, Tarakan, siap2 terbang lagi ke Nunukan
backlight nih, jadinya gelap, sesaat sebelum menyebrang dari Nunukan ke Sebatik
Ini kamar di Hotel Queen di Sebatik, luas kan? bisa buat latihan balet ini mah...
Ini adalah beberapa kegiatan anak2 sehabis puang dari sekolah di Sebatik,
membantu orang tua menghancurkan udang untuk dijadikan eby.
Tugu Perbatasan Garuda Perkasa
walau tidak berbatasan langsung dengan Malaysia,
tetapi ini katanya tempat tertinggi di Sebatik, taglinenya
"NKRI Harga Mati", keren ya...
Sampai di Patok 3, perbatasan langsung Indonesia - Malaysia
Nah, ini adalah rumah dengan 2 negara itu, ruang tamunya masuk wilayah Indonesia, tetapi dapurnya sudah masuk wilayah Malaysia, numpang narsis ah, walau wajahnya nggak terlalu kelihatan siiih...
.
Kl ini sudah masuk wilayah Malaysia,
kapan lagi menginjakkan kaki di negara orang tanpa paspor...hehe.
Menghabiskan senja yang indah di sebatik...
Timnya masih belum lengkap nih...
pemandangannya dahsyat yaaa, pengen foto sendiri aja, masih di sebatik...
Meninggalkan sebatik dengan iringan hujan yang cukup membuat h2c (ngebayangin penyebrangan laut sekitar 3 jam dengan kondisi cuaca yang hmm...) abaikan mata meremnya y...
Alhamdulillah sampe ke Tarakan setalah diajak ngetrek dilaut sama abang supirnya...???
Niatnya mau ngejar sunset, tp apa daya terlambat, ditambah cuaca yang cukup mendung,
gpp deh yang penting eksis dipinggir pantai amal, KotaTarakan
Masih dipantai Amal, sunrise nggak juga nongol karena gerimis niiih, bagus ya pantainyaaa...
Mandaunya keren yaa, tapi sayang nggak dijual, karena hanya untuk pajangan ajah,
abaikan modelnya yaa..
Hari terakhir di Tarakan, sempatin mampir ke Hutan Mangrove,
Letaknya di tengah kota Tarakan lho, seujuuuuknyaa...
Sempetin eksis di Bandara lagi sebelum terbang Ke Jekardaaah, Siyu....





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar