Laman

Senin, 19 Agustus 2013

(19/08/2013)

"TERUNTUK DIRIMU"

aku merebahkan kepalaku ke atas awan hitam yang gelap bertahan pada satu tempat yang merenggang

sejenak menatap satu bintang yang berucap tak ingin kehilanganmu,  kian terpuruk terpejam dan tak tahu kemana mencari jalan pulang.

aku tidak tau bagaimana cara menyatukan jiwa yang hilang begitu jauh,
 aku tidak pandai berucap

maaf atas kebodohanku,  karna aku kau sering terluka.

aku tau cara dari menatapmu saat kau menjadi sedih dalam gelap 
tapi aku tak tau cara membuatmu tersenyum dan saat kau terjatuh serta masuk ke dalam dunia kerdil mu, 
tapi aku akan tetap berusaha mencari tahu tentang itu

Aku ingin masih bisa menatap matamu yang terpejam
masih bisa untuk menggapai tangan yang terkepal, 
masih bisa memeluk tubuh yang hangat 
atau adakah cara yang bisa membuat mu merasa hangat dan nyaman saat berdampingan denganku, 
atau mereka yang mencibir kita tau cara menggapai bintang yang terang yang bisa membuat aku dan kamu tertawa riang.

Mungkin aku terlalu cepat untuk mengatakan ketakutanku , 
aku takut saat kau melepas hangat itu, dan mengumbar senyum dalam kesedihanku, 
saat itu pula aku ingin meludahi pikiran picikku dan terlalu cepat aku di tertawakan oleh bayangan di cermin itu.

bagaimana dengan mu , apa kamu menangis di tengah hujan : saat aku membisikan aku masih sayang kamu,

bagaimana dengan mu, apa kamu malah tertawa : saat aku beranjak dari selimut yang hangat dan berlari ingin memeluk tubuhmu erat dan tak ingin ku lepas.

Saat kebodohanku dan keangkuhanku pernah membuatmu menangis sendiri, apa aku masih dapat melihatnya esok hari, saat aku terbangun sendiri tanpa sapa hangat yang biasa membangunkanku..

untuk kau yang terkasih..terimakasih tanpa pamrih aku ucapkan saat kau dapat membuka mataku & membuka pikiranku..
untuk kau yang terkasih..salam rindu dan hangat..

UNTUK KAU YANG TERKASIHKU,  AKU SEMAKIN SAYANG AKAN HIDUP MU, DIRI MU,
 SIFAT MU. AKU SADAR AKHIRNYA AKU MAKIN SAYANG KAMU...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar