"TERUNTUK
DIRIMU"
aku merebahkan
kepalaku ke atas awan hitam yang gelap bertahan pada satu tempat yang
merenggang
sejenak menatap
satu bintang yang berucap tak ingin kehilanganmu, kian terpuruk terpejam dan tak tahu kemana mencari
jalan pulang.
aku tidak tau bagaimana cara menyatukan jiwa yang hilang begitu jauh,
aku tidak pandai berucap
maaf atas kebodohanku, karna aku kau sering terluka.
aku tau cara dari menatapmu saat kau menjadi sedih dalam gelap
tapi aku tak tau cara membuatmu tersenyum dan saat kau
terjatuh serta masuk ke dalam dunia kerdil mu,
tapi aku akan tetap berusaha mencari tahu tentang itu
Aku ingin masih
bisa menatap matamu yang terpejam
masih bisa untuk menggapai tangan yang terkepal,
masih
bisa memeluk tubuh yang hangat
atau adakah cara yang bisa membuat mu merasa hangat dan nyaman
saat berdampingan denganku,
atau mereka yang mencibir kita tau cara menggapai bintang yang
terang yang bisa membuat aku dan kamu tertawa riang.
Mungkin aku terlalu
cepat untuk mengatakan ketakutanku ,
aku takut saat kau melepas hangat itu, dan
mengumbar senyum dalam kesedihanku,
saat itu pula aku ingin meludahi pikiran picikku dan terlalu
cepat aku di tertawakan oleh bayangan di cermin itu.
bagaimana dengan mu
, apa kamu menangis di tengah hujan : saat aku membisikan aku masih sayang kamu,
bagaimana dengan
mu, apa kamu malah tertawa : saat aku beranjak dari selimut yang hangat dan berlari ingin
memeluk tubuhmu erat dan tak ingin ku lepas.
Saat kebodohanku
dan keangkuhanku pernah membuatmu menangis sendiri, apa aku masih dapat melihatnya esok
hari, saat aku terbangun sendiri tanpa sapa hangat yang biasa membangunkanku..
untuk kau yang
terkasih..terimakasih tanpa pamrih aku ucapkan saat kau dapat membuka mataku
& membuka
pikiranku..
untuk kau yang terkasih..salam rindu dan hangat..
UNTUK KAU YANG
TERKASIHKU, AKU SEMAKIN SAYANG AKAN
HIDUP MU, DIRI MU,
SIFAT MU. AKU SADAR
AKHIRNYA AKU MAKIN SAYANG KAMU...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar