Aku tiada mampu menjadi mentari,
Yang selalu terangi dalam setiap pagi hingga datang senjamu...
Aku tiada akan bisa menjadi sang rembulan,
Yang sinari dalam setiap gelap ruang malammu...
Aku tiada upaya andai aku ingin menjadi bintang,
Yang berharap selalu setia temani dalam lelap tidurmu...
Tapi...
Aku akan berusaha menjadi sebatang lilin
Yang mencoba tuk menerangi hatimu dengan redup sinarku...
Tak berani ku janjikan sesuatu untukmu
Karna, aku hanya manusia jauh dari sempurna
Tiada daya mempersembahkan semesta...
Hanya ketulusan rasa sayang yang dapat aku banggakan,
Dan perhatian yang tak sempurna yang mampu aku berikan...
Aku sadar, aku tiada bertahta harta dan kuasa,
Maaf wahai belahan jiwaYang selalu terangi dalam setiap pagi hingga datang senjamu...
Aku tiada akan bisa menjadi sang rembulan,
Yang sinari dalam setiap gelap ruang malammu...
Aku tiada upaya andai aku ingin menjadi bintang,
Yang berharap selalu setia temani dalam lelap tidurmu...
Tapi...
Aku akan berusaha menjadi sebatang lilin
Yang mencoba tuk menerangi hatimu dengan redup sinarku...
Tak berani ku janjikan sesuatu untukmu
Karna, aku hanya manusia jauh dari sempurna
Tiada daya mempersembahkan semesta...
Hanya ketulusan rasa sayang yang dapat aku banggakan,
Dan perhatian yang tak sempurna yang mampu aku berikan...
Aku sadar, aku tiada bertahta harta dan kuasa,
Aku tak mampu menjadi seperti yang kau minta
bahkan Sering kau rasakan derita yang adaKarena aku hanyalah diriku seperti yang kau lihat...Aku hanya memiliki sayang, cinta dan perhatian yang bisa kupersembahkan untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar